16 komentar
  1. Wah aku belum pernah nonton ini, tapi emang sih aktingnya Lee Bom Soo bagus banget. Aku dari dulu ngefans sama aktingnya wkwk. Plot ceritanya juga menarik gitu, film sejarah yang membuat orang terhanyut dalam ceritanya. Wah. Must to watch nih.

    ReplyDelete
  2. Nah kalau film kaya aku suka. Eh tapi tetap bahasa Korea ya (ya iyalah yaaaa). Mesti baca teks dong. Mau aja suami nonton ah filmnya. Makasih reviewnya.

    ReplyDelete
  3. Bikin penasaran aja deh, reviewnya Mas Wanda. Korea emang punya film menarik yang heroik. Dan ini bisa jadi selingan soalnya nonton cerita yang unyu-unyu melulu kadang bosen juga. :D

    ReplyDelete
  4. Ada juga ya film sejarahnya, tahunya film drama Korea saja. Ceritanya cukup menarik untuk ditonton, jadi membuat penasaran akan adegan akhir ceritanya.

    ReplyDelete
  5. entah kenapa mas.. saya kalau udah berbau korea mesti udah kayak males nontonnya.. Mending nonton film indonesia aja walaupun kebanyakan cabul dan humor gak jelas. mungkin saya terlalu nasionalis wkwkwk

    ReplyDelete
  6. Wah baru tau ternyata gak cuma drama2 kalai film korea. Coba cari ah, siapa tau seneng. Selama ini gak pernah nonton film berbau korea

    ReplyDelete
  7. Hmm kalau setting sejarah, menarik nih Korea. Kalau film HK (Cina) sekarang heroisme RRC makin santer difilmnya, begitupun Korea kayaknya. Korsel dalam hal ini. Jadi pengen nonton versi lain malah hihi..

    ReplyDelete
  8. Sudah barang tentu, para filsuf berasal dari poros kiri...karena mereka menyebarkan ideologi mereka melalui buku dan tulisan.

    Sempat juga baca beberapa pemikiran mereka.
    Kagum,
    karena akal manusia yang sebegitu luasnya membaca ilmu di bumi Allah.
    Namun kekurangannya, ilmu filsafat yang tidak berdasar pada firman Allah.

    Btw,
    Aku (selalu) suka sama Lee Beom-So oppa~
    Aktingnya di drama apalagi film...kereeen luar biasaaa.

    ReplyDelete
  9. Jadi penasaran seperti apa akting yg tanpa cacat itu? :D
    Kalau di Korsel gpp ya bikin cerita, film dll yg berbau2 kiri, kalau di sini msh terbatas kyknya ya..
    TFS resensinya mas

    ReplyDelete
  10. wah seru nih film yang bertemakan tentang peperangan dan ada tentaranya lagi pasti menegangkan banget untuk di tonton. Download ah nanti cari filmnya di internet kayanya wajib untuk di tonton nih

    ReplyDelete
  11. Sebagai penggemar film dan drakor Korea, film ini langsung kumasukin watchlist-ku. Thanks banget atas review-nyaa

    ReplyDelete
  12. Ini film yang kayanya sangat minim cowo ganteng versi korea tapi diisi oleh mereka yang macho. Pantesan kenapa Korsel hubungannya sangat dekat dengan US, akhirnya saya paham setelah nonton film ini. Awal-awalnya kaya yang enggak akan ada adegan melow ini film, eh akhir2nya sedih walaupun mereka berhasil.

    ReplyDelete
  13. Duh... ini poster filmnya ngga ada yang berwajah kiyut. Mungkin asli sebelum operasi hehehe. Pecinta korea punya alternatif genre untuk menonton film. Keren juga ini ya :)

    ReplyDelete
  14. Bukan penggemar film perang2 ngan sih. Habisnya gak suka yg berdarah2
    Tp setuju dg poin baca buku. Sering banget kita ini gak mau baca buku yg berbau sensitif.Padahl kita perlu tahu juga

    ReplyDelete
  15. Kalau untuk kekoreannya sih aku kurang suka. Genre film peperangan pun kurang menikmati. Tapi begitu baca di akhir, duh, kok sepertinya menarik. Hahahaha. Kalau yang berhubungan dengan paham kiri di dalam film ini mendapat porsi yang banyak apa tidak, Mas? Atau lebih banyak aksi dan dramanya?

    ReplyDelete
  16. Kakakku hobi nonton pilem korea, tapi gak pernah tuh bahas-bahas pilem ini.
    Dari sisi lain, aku mengambil kesimpulan bahwa kaum adam gak perlu takut nonton film ini karena ada awewe yg bisa menyegarkan mata ya? Hem....

    ReplyDelete